

Upacara tersebut merupakan sebuah tradisi atau prosesi resmi untuk membuka masa pemusatan pendidikan dan pelatihan. Dalam acara ini, para calon anggota diuji mental dan komitmennya secara simbolis sebelum resmi masuk ke karantina/Pemusatan Latihan. Rangkaian kegiatan dalam upacara tantangan Paskibraka diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Teks Pancasila, serta pembacaan Pembukaan UUD 1945.




Dalam amanatnya, Kepala Badan Kesbangpol Kab. Tanjab Barat, Drs. Encep Jarkasih, menanyakan secara langsung kepada calon Paskibraka tentang kesiapan, tekad dan komitmennya untuk menjadi Paskibraka tahun 2026, dan berpesan agar selama melaksanakan kegiatan latihan para peserta untuk mematuhi peraturan yang ada didalam DESA BAHAGIA dengan disiplin tinggi dan semangat pantang menyerah. DESA BAHAGIA adalah istilah yang digunakan dalam kegiatan pemusatan latihan Paskibraka sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), diakhir amanatnya Kepala Badan juga berpesan kepada para pelatih yang berasal dari TNI dan Polri serta PPI agar dapat melatih dan membina calon Paskibraka dengan maksimal sesuai standart dan pedoman latihan yg sudah ditentukan.




Melalui prosesi tantingan ini, para calon anggota Paskibraka diajak untuk merenungkan kembali niat, kesiapan, dan komitmen mereka sebelum melangkah ke tahap pelatihan berikutnya.Β Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari Calon Paskibraka Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2026, pejabat utama dan seluruh pegawai Badan Kesbangpol, didampingi oleh Tim Pelatih, Medis, DPPI, serta Panitia dari Badan Kesbangpol Kabupaten Tanjung Jabung Barat.




10